Black Burger Bun

arang

Dirty Burger Bun.

Warna hitam nya di dapat dari activated charcoal (arang). Bubuk arang ini harga nya bervariasi, mulai dari yang murah hingga ada yang hampir 1 juta. Terserah pakai yang mana 🙂
-BELI BUBUK CHARCOAL NYA BISA DI ONLINESHOP ATAU TOKO BAHAN KUE YANG BESAR, SILAHKAN CARI TAU SENDIRI ONLINESHOP MANA YANG JUAL- (Jika masih ada yang bertanya, tak akan di balas 🙂 Biasakan membaca 🙂 )

Kali ini tekstur rotinya benar-benar pas 🙂
Mulai dari takaran bahan cair, bahan kering, sampai jenis tepung nya juga di perhitungkan betul-betul. Terlebih lagi roti ini tidak memakai Telur dan tidak memakai pengempuk roti seperti bread improver. Jadi kelembutan roti nya hanya tahan 4 harian.

Ingat, kunci utama roti empuk :
– Pilih bahan bahan yang berkualitas
– Proses pembuatan harus benar benar tepat
– Takaran bahan cair harus benar benar sesuai dengan Adonan nya
– Dan proses penyimpanan pun harus benar benar diperhatikan

Dan untuk memahami 4 kunci utama diatas cara nya hanya 1, Banyak banyak latihan 🙂

Tapi maaf, resep nya yang ini tidak ada. Karna ini untuk yang ikut kursus Online maupun yang mau datang ke rumah 🙂
Kalau mau nyoba juga, silahkan pakai resep roti yang kemarin ku share. Hasil akhirnya saja yang akan berbeda 🙂 Ini ku copykan resep yang pernah ku share 🙂

Bahan :
– 500 gram Tepung Cakra
– 5 gr Ragi instan
– 20 gram bubuk avtivated charcoal
– 50 gram Gula Pasir
– 200 ml susu cair yang tawar / fullcream (ini harus di kira-kira, kalau sudah kalis jangan di tambah susu cair nya meski belum 200 ml. Kalau dirasa adonan masih kering, boleh tambahkan susu cair sedikiiit. Jangan melebihi 300 ml)
– 50 gram mentega / margarin

Silahkan di uleni semua bahan bahan yang ku sebut diatas ^^
Aku tidak menggunakan Telur, ataupun Bread Improver untuk roti tawar kali ini.
Tapi kalau ingin hasil maximal kuncinya adalah Kadar air (bahan cair) yang dipakai untuk adonan harus pas, dan pengulenan nya harus kalis elastis 🙂

Untuk proses proofing nya adonan yang sudah ditata diloyang tidak akan ku tutup kain atau apapun. Cuma di diamkan di depan kipas angin. Dan sesekali di beri percikan air (gunakan spray supaya adonan tidak basah seperti abis di siram air -_- ).

Air ini juga berguna menjaga kelembapan roti nantinya.

Silahkan dicoba ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s