Faith..

19ebdeff570bf517e15e77aafc3fc3f6

Let your faith be Bigger than your Fear

🙂

Kita bertemu lagi disini..

Di tempat yang sama, dan di permasalahan yang sama.

Beberapa minggu ini menjadi minggu yang sedikit berat. Hingga terlalu mudah melepaskan air mata..

Entah kapan mengatakan nya, tapi kalimat itu pernah ada.. “Aku tidak akan menangis lagi untuk Hal seperti ini”. Ya, memang hanya beberapa baris kata. Bukan sebuah Janji yang mau tidak mau harus di tepati..

Tapi kalimat tersebut berhasil di langgar. Air mata itu pun sukses terjatuh untuk kesekian kali nya di beberapa Malam Nya.

Apa pemikiran kalian tentang kaum Adam ?..Apa semua nya sama saja ?

Atau ada satu saja sosok yang bagaikan Mailaikat seperti dalam cerita dongeng ?

Ada kah yang seperti itu untuk Nya nanti ?..

Sepasang orang tua dirumah tersebut seperti sudah hampir memberikan jatuh tempo tentang Pernikahan. Penyatuan 2 keluarga..

Lagi lagi, apa pandangan kalian tentang Pernikahan ?..

Sejujurnya, sudah jauh jauh hari Ia membayangkan tentang sebuah Pernikahan, tanpa Ia ingin tau apa dan bagaimana Pernikahan itu. Ia hanya membayangkan Hati nya yang akan sedikit berbahagia jika ada Pendamping dalam hidupnya. Tanpa Ia ingin tau siapa dan bagaimana harus mencari sosok pendamping itu.

Ia membayangkan sebuah Pernikahan dikala Ia sendiri larut dalam keputus asa-an..Mungkin, ini lah yang dinamakan Mimpi.
Mimpi..yang Semu

Namun sekarang..ketika tuntutan akan sebuah pernikahan sudah benar benar di depan mata, apa yang harus Ia lakukan ?..

Untuk pertama kali nya.. Ia mengakui, “Aku tidak bisa percaya laki-laki. Semua laki-laki akan sama saja kan ? Bahkan, yang di awal baik bagaikan Malikat pun pada akhirnya bisa lebih tak berhati dibanding Iblis

Ia seperti itu bukan tanpa alasan. Ini karena sosok laki laki yang berstatus Ayah…Abi..Bapak..Abah.

Iya, memang tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Termasuk diri Nya. Tetapi, sedikit harapan yang Ia mau, tidak mendapat luka seperti yang didapat nya ketika Ia kecil. Tidak mendapat luka seperti yang Ibu nya rasakan.

Bagiamana Ia bisa mempercayakan diri Nya, hidup Nya, kepada Laki-Laki ?..terlebih jika Ia tak pernah tau bagaimana orang itu sebelum nya.

Akan ada banyak hal yang berubah ketika Ia sudah menyerahkan hidup Nya kepada pendamping Nya. Ia tak ingin mengulang luka untuk ke 2 kalinya.

Sudah banyak hari hari yang Ia lewati dengan berbagai Luka, dengan ke-sendirian-nya, dengan segala cara untuk bertahan..Ia hanya ingin Pernikahan yang membawa kebaikan untuk ke depan nya.

Sekarang apa yang harus di lakukan ?..
Masalah tidak hanya ini..
Lelah nya pun tidak berhenti meski hari akan segera berganti..

Bagiamana yang disebut Ikhlas ?..

Ia telah memilih untuk berdamai dengan Kenyataan. Ia memilih memandang ke depan..Ia memilih meletakkan semua masa lalu pada kenangan nya.
Kenangan yang bisa Ia kenang atau Ia lupakan jika Ia mau.

Tetapi..ada 1 hal yang sulit sekali Ia hindari ketika mengenang masa lalu itu.

Air mata..

Hati nya, lagi lagi terasa begitu pedih. Hingga mudah sekali melepaskan Air Mata..

Ada sedikit pertanyaan yang ingin Ia kubur dalam dalam, yang ingin Ia lupakan.. “kenapa harus aku ? Kenapa bukan wanita itu

Sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari amarah, dari kekecewaan, dan dari keputus asa-an.

Dan kini..pagi pun terasa lama sekali datang nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s