One Year Later

aidistyleshop

Hallo….Pertama tama, aku mau bilang Selamat Ulang Tahun, Umi ku ({})

Hmmm..sudah mau satu tahun..

Waktu berlalu dengan begitu cepat rupanya. Sudah hampir 1 tahun berhasil bertahan dengan kehidupan yang terbilang baru ini..

Sudah hampir 1 tahun berhasil bertahan dan sedikit demi sedikit bangkit dari keterpurukan..

Sudah hampir 1 tahun aku menjadi seseorang yang berbeda. Seseorang yang baru..yang bahkan aku sendiri tak pernah menginginkan nya…

Beberapa minggu ini menjadi minggu yang tidak mudah. Tidak mudah ketika baru ku sadari detik ini.. Lalu kemarin ??…Ntah apa yang ada dalam pikiran ku..

1 tahun yang lalu.. Hari dimana takdir menuntut ku untuk berubah. Masih teringat jelas bagaimana takut nya aku saat itu. Bagaimana cengeng nya aku saat itu.. Bagaimana marah nya aku saat itu..

Sekarang..setelah hampir 1 tahun..

Ternyata aku masih bisa bertahan hidup, masih menjalani hidup yang tidak terlalu buruk dari apa yang ku bayangkan sebelum nya..

Sekarang..semuanya sedikit demi sedikit mulai bisa diperbaiki, mulai bisa beradaptasi, dan yang terpenting..mulai berdamai dengan takdir. Meski tidak mudah untuk berdamai dengan takdir 🙂

Beberapa hari yang lalu aku memikirkan banyak hal. Salah satunya tentang aku dan pendidikan ku.. Pendidikan yang saat ini sedang ku jalani.

Kalian tau, kuliah di sana adalah pilihan ku. Kuliah disana adalah keinginan ku, tanpa paksaan dari siapapun. Dan kuliah disana butuh sedikit perjuangan yang tidak sebentar dan tidak mudah.. Tapi, apa aku melakukan nya dengan baik ?..

Tidak..

Untuk triwulan ini absen ku ada 24 kali.. Melebihi batas yang diperbolehkan oleh kampus. Hari itu aku ke kampus, jadwalnya untuk ujian susulan. Tetapi ternyata aku dapat ‘kejutan’ yang tak terduga.. Kejutan nya adalah aku harus menghadap salah satu Chef dikampus. Kebetulan yang harus ku temui adalah Chef katanya paling galak paling ditakuti 1 kampus. Tapi itu hanya penilaian beberapa teman teman saja..Aku sudah beberapa kali berbicara dengan beliau. Beberapa kali kelas diajar oleh beliau. Dan menurut ku, tidak ada yang harus ditakuti. Beliau tidak semenakutkan yang orang lain katakan..Terkadang memang ya, tidak ada yang bisa membedakan antara Galak, Tegas, dan Cerewet ^^

Setelah mengahadap beliau, kita berbicara sebentar. Pembicaraan yang santai menurut ku..Bahkan tidak ada kesan galak nya sama sekali. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, tapi aku ingat betul bahwa aku berbicara dengan begitu santai. Tidak ada takut atau perasaan apapun.. Bahkan tidak takut sama sekali dengan segala resiko yang beliau jelaskan..Dan itu lah yang slalu aku benci dari diri ku sendiri.

Aku tau..resiko itu semacam “Bahaya” untuk ku. Bahaya untuk ke depan nya.. tetapi terkadang aku hanya menganggap mudah “Bahaya” itu. Itu yang yang benci dari diri ku. Dari dulu tidak pernah bisa belajar untuk tidak meremehkan suatu “bahaya”. Dari dulu aku slalu berpikir “Kenapa harus takut ? Ini takdir..Harus dihadapi dan dijalani”. Dari dulu, ketika menghadapi “Bahaya” atau situasi yang sangat menekan ku, aku hanya berpikir..Itu bagian dari Takdir. Dan aku tidak mau gegabah. Aku tidak mau terlalu larut dalam perasaan takut, cemas, gelisah, dll. Aku tidak mau kalah dengan masalah dan segala bahaya yang sudah jelas ada di hadapan ku..

Terkadang aku benci aku yang seperti itu. Terkadang aku menyesali nya..

Aku slalu mencoba untuk berubah. Lebih bijaksana mungkin..tapi tidak menghasilkan apa apa. Yang aku dapatkan hanya lah diri ku yang seperti itu dan itu lagi..

Bahkan..aku berpikir aku mungkin membutuhkan motivasi. Aku membutuhkan semangat. Entah itu dari siapapun..

Terkadang..jika sampai pada titik jenuh dan lelah ku, aku tidak pernah lagi mengingat bagaimana perjuangan ku dan Umi untuk bisa masuk kampus itu.

Kenapa ?..Aku egois ?..

Mungkin bisa dibilang gitu. Bahkan bisa dibilang aku seorang yang tidak tahu cara menghargai sebuah Kerja Keras dan Pengorbanan.

Kenapa aku sebegitu egoisnya ?..Karna terkadang aku lelah sendiri. Aku tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri. Aku butuh seseorang yang bisa mengendalikan ku. Bisa mengerti harus bagaimana memperlakukan ku..

Mungkin ini terdengar berlebihan. Ini terdengar sangat kekanak-kanakan..Dan ini terdengar sangat Manja.

Saat ini, aku pun bisa berpikir untuk menyemangati diri ku sendiri. Lalu..saat bahaya itu kembali datang, aku tidak yakin aku masih bisa berpikir seperti ini. Yang sering terjadi adalah aku yang menantang dan mendekati Bahaya itu..

Maafkan aku, Umi Abi..

Aku belum bisa menjadi anak yang baik..Tapi saat ini, aku sedang berusaha untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi

Aku akan belajar beberapa hal..salah satunya

Aku akan belajar melatih diri ku sendiri untuk berani berbicara dihadapan orang. Karna suatu saat nanti, aku harus lakukan ini untuk menggantikan Abi

Aku harus melatih diri ku sendiri untuk bisa lebih Mandiri..Karna mau tidak mau, aku harus mandiri. Aku tidak bisa diam saja melihat keadaan keluarga kita seperti ini. Dan yang paling penting, Aku tidak bisa melihat Umi bekerja sendiri demi 2 keluarga.. Terlalu menyakitkan

Sekarang sudah mau 1 tahun.. Meski tidak begitu banyak perubahan baik, tapi tenang saja.. Aku tidak akan menyerah

Aku akan terus berusaha supaya kondisi keluarga ini membaik. Mungkin Tuhan belum memberi kita kesempatan untuk kembali..

Cukup tetap bersabar dan bersyukur

Hari indah itu pasti akan datang untuk kita…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s