Who Am I ?….AiDiStyleshop ?

Hai 🙂 selamat malam 🙂

10930097_328889690640048_1420651228980480946_n

Ini hanya sepenggal kisah seorang “Diri Ku”. Yang mungkin orang mulai mengenaliku sebagai Aidi ..  Tidak cukup menarik, tidak cukup menginspirasi, tidak cukup menghibur, dan pastinya tidak ada yang istimewa sebenarnya..

Aku menulis nya karna kebetulan sedang Insomnia.. ku pikir cukup menghibur jika mala mini aku menulis sedikit saja kisah demi kisah perjalanan ku sebagai Aidi.

Yup, sebagai Aidi 🙂 Karna sosok Aidi ini sosok yang baru buat ku.. Dulu aku hanyalah Aku, gadis remaja biasa. Gadis remaja dari keluarga berada yang manja, tidak tau apa arti dari Kehidupan, tidak tau apa apa selain bersenang – senang. Tidak pernah terlintas sedikit pun dibenak ku bahwa hari ini aku bisa menjadi seperti Aku yang sekarang.. Sama sekali tidak pernah.

Semua berawal di penghujung tahun 2013. Ditinggal seorang sahabat yang sudah menemaiku hamper 6 tahun.. Sejak saat itu aku rasa “ternyata aku ga punya siapa siapa dan aku ga bisa apa apa..”. Kejadian itu tidak membuat ku terpuruk, hanya kaget hanya merasa kehilangan beberapa saat saja. Dan di akhir tahun pula aku kenal dengan yang namanya Bipolar Disorder. Tapi itu tidak perlu dibahas ^^

Diawal tahun 2014 aku merintis usaha ku sendiri. Aku jualan cokelat praline dan aneka produk dari Flanel. Semua nya aku buat sendiri, aku pasarkan sendiri. Aku juga menerima pesanan dari teman teman ku dikampus, aku juga menjual nya secara online.. Sebelum nya aku pernah berjualan seperti ini dengan sahabat ku, tapi karna dia pergi tiba tiba jadi mau tidak mau aku lanjutkan sendiri usaha tersebut. Sampai akhirnya usaha itu hanya bertahan beberapa bulan saja. Karna aku mulai sibuk dengan kuliah dan dunia baru ku..

Di awal tahun 2014 itu lah pertama kali nya aku mulai menemukan Grup Memasak. Kalau tidak salah grup pertama yang waktu itu aku temuin adalah BKR (Bakul Kue Rumahan). Aku menemukan nya di Facebook. Mungkin karna saat itu di facebook au berteman dengan beberapa penjual coklat praline juga. Akhirnya aku join dan masuk di grup BKR tersebut.

Ternyata setelah masuk di grup itu aku mulai menemukan hobby lama ku, memasak. Aku menyebutnya memasak..bukan baking ataupun cooking. Memang sejak dulu aku suka sekali main – main di dapur, karna keluarga dari Abi ku rata rata jago semua kalau urusan dapur. Aku juga suka menjahit karna keluarga Umi hamper semuanya pandai membuat baju, meskipun itu laki laki.

Setelah aku gabung di grup BKR lama kelamaan kesedihan ku mulai menghilang. Aku mulai tertarik untuk mencoba resep-resep yang ada disana. Dan aku ingat betul, resep pertama yang ku coba waktu itu adalah Eggless Moist Chocolate Cake. Lagi ngetrend waktu itu, resep dari Mamy Yanny. Percobaan pertama sukses gagal 🙂 Tapi aku tidak putus asa, aku coba lagi dan coba lagi sampai bisa, dan aku coba juga resep resep lain nya. Waktu itu aku sama sekali belum tau tentang Food Stylist & Photography. Jadi semua yang diupload sangat apa adanya. Jelek lah pokok nya ^^

Dan sampai akhirnya aku join di NCC dan grup grup memasak lain nya. Perlahan aku mulai mengerti sedikit tentang dunia Kuliner. Dengan seiring berjalan nya waktu alat alat Memasak ku pun mulai banyak, sebagian aku beli sendiri sebagian dibelikan 😀

Dan sampai lah di pertengahan tahun 2014, tepat setelah lebaran Idul Fitri, dunia ku berubah.. Penyebab nya Cuma 1, kondisi ekonomi keluarga yang mulai memburuk. Waktu itu aku Cuma merasa TAKUT. Setiap hari rasanya berat sekali menjalani 1 hari yang hanya 24 jam itu..Tapi untung nya saat itu sahabat ku kembali J tapi tetap saja rasa takut itu tetap ada.. Seketika pundak ku rasanya ditimpa beban yang begitu berat.. Abi mulai sakit sakitan, Umi seperti kerja sendiri. Rasa takut pun begitu terasa kuat sekali saat itu.  Belum lagi biaya kuliah ku yang nggak sedikit, dan lagi ada beberapa orang yang hidup nya jadi tanggung jawab Abi Umi dan Aku. Bisa dibilang saat itu aku benar benar terjatuh.. terpuruk. Tidak hanya aku, orag tua ku juga..

Meski pun sebelum nya aku juga ikut kerja di Toko, tapi keadaan waktu itu benar benar menakutkan.. Meski aku tau hidup susah juga, tapi waktu itu rasanya benar-benar takut kalah dengan keadaan. Pikiran udah macam-macam waktu itu.. Tidak jarang tiap malam menangis. Tapi perlahan aku mulai bangkit, begitu juga dengan orang tua ku..Aku pikir udah saat nya Aku berubah. Begitu juga orang tua ku.. Aku tidak bisa terus menerus menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, menyalahkan takdir. Aku pikir justru saat ini Tuhan memberi ku kesempatan yang sangat baik untuk ku. Meski semua terasa berat, tapi aku slalu yakin bahwa pertolongan Tuhan pasti akan slalu datang tepat pada waktu nya. Aku slalu percaya itu.. meski aku buka sosok yang alim, tapi aku slalu mendapat kemudahan saat aku kesusahan. Aku masih merasakan kebaikan Tuhan tiap kali aku berada di situasi yang tidak baik.

Jujur saja saat itu orang pertama yang paling aku salahkan adalah Abi ku. Besar sekali kemarahan dan kekecewaan ku saat itu. Tapi lama kelamaan aku pikir percuma kalau aku sibuk dengan rasa kecewa dan amarah ku. Sama saja aku buang buang waktu dan menyia-nyiakan kesempatan yang sebenarnya ada untuk ku..

Di saat itu lah aku mulai membiasakan diri ku untuk menerima kenyataan. Mencoba menjalani hari hari sesuai dengan keadaan yang sudah ditetapkan oleh takdir..perlahan semua beban beban mulai terasa ringan, meski permasalahan belum terselesaikan.  Perlahan aku mulai enjoy menjalani kehidupan baru ku, bahkan aku masih bisa sering tertawa lepas. Aku serahkan segala nya pada Tuhan.. aku hanya berusaha sekuat yang aku bisa. Aku persiapkan diri ku untuk menerima hasil dari pejuangan ku, meski tidak begitu besar. Aku coba untuk terima..Aku masih percaya bahwa apa yang Tuhan berikan, itu yang terbaik untuk ku. Itu yang sesungguhnya ku butuhkan..

Sampai di suatu hari, kebetulan itu masa masa awal kuliah di semester 5 (di kampus lama). Aku bangun kesiangan, padahal kuliah jam 9. Entah ini cara Tuhan mengatur segalanya atau bagaimana, hari itu aku ingat kata-kata Abi ku waktu aku SMA dulu. Tiap mau berangkat sekolah pakai motor sendiri, Abi slalu mengingatkan “kalau bisa berangkat lebih awal, jadi di jalan nggak ngebut. Kalau telat, jangan ngebut, nanti ada apa apa. Tetap berkendara yang baik”. Nah di hari itu aku ingat jelas pesan Abi, jadi aku santai saja berangkat ke kampus meski itu sudah pukul 8.30 pagi. Padahal jarak rumah-kampus agak jauh, ancaman nya telat dan tidak boleh masuk kelas. Dan absen kosong. Sedangkan absen ku yang kosong udah banyal. Ancaman lain nya, bakal di cekal UTS-UAS ku. Tapi aku tetap santai waktu itu. Hati ku betul-betul tenang saat itu..Aku mengendarai motor pelan-pelan. Aku tidak peduli saat itu waktu menunjukkan pukul berapa. Dan saat di perjalanan tiba-tiba aku berpikir “Aku kuliah disini mau jadi apa ? Aku ga bisa di bidang ini, aku ga kuat kuliah Akuntansi disini”. Akhirnya aku ganti arah, aku batal ke kampus. Aku tetap mengendarai motor ku, meski saat itu tidak tau mau kemana. Selama di perjalanan aku kembali berpikir “Kalau diterusin, gimana skripsi nya ? Mau tahun berapa lulusnya.. Buang buang uang kalau kuliah disini tapi aku ga bisa apa apa”. Pikiran ku saat itu Cuma uang.. Dan entah dengan keberanian macam apa, aku berkata dalam hati “Aku berhenti kuliah. Aku mau kejar mimpi ku sebagai Koki..aku mau kuliah di bidang yang aku bisa. Aku mau sukses, aku mau merubah kondisi ekonomi keluarga ku kembali seperti dulu”. Aku sendiri waktu itu ga tau harus bagaimana bilang ke Abi Umi. Sampai kurang lebih 1 minggu aku diem dirumah. Aku nggak kuliah, sampai umi Tanya kenapa dan aku jawab aku mau berhenti kuliah. Sampai Abi ikut tanya kenapa. Aku tau jelas Abi kurang suka dengan keputusan ku, tapi aku juga ga tau apa yang bikin Abi berubah keputusan saat itu. Abi bilang kalau memang itu keputusan ku, Abi ga masalah. Semua terserah aku, aku yang ngejalanin.

Serius saat itu aku seneeengg banget 🙂 Karna ini udah jadi impian ku sejak lulus SMA. Akhirnya hamper 3 bulan aku jadi pengangguran dirumah, nggak kuliah Cuma bantu-bantu kerja di toko. Selama 3 bulan itu banyak sekali hal hal baru yang ku temui, yang ku pelajari, yang bikin cara pandang ku berubah. Aku belajar banyak hal selama 3 bulan itu. Aku bisa merasakan sedikit demi sedikit ada perubahan dari sosok diri ku yang sekarang. Sampai akhirnya di awal tahun aku mendapat kampus baru, kampus yang aku impi impikan sejak dulu.

Untuk bisa kuliah dikampus yang sekarang pun tidak mudah. Banyak perjuangn dan banyak hal yang harus dikorbankan. Yang pasti perjuangan ku untuk menyelesaikan masalah keluarga ku masih akan terus berlanjut sampai detik ini..

Di akhir 2014 dan di awal 2015 inilah aku mulai sadar bahwa aku menemukan dunia baru dan sosok yang baru dalam hidup ku. Seorang AIDI..

Entah darimana mula nya sampai – sampai aku rasa aku tidak bisa lepas dari sosok diri ku yang sekarang. Tapi aku sendiri tidak terlalu menikmatinya, meski aku tetap bersyukur. Aku tau banyak hal yang harusnya aku syukuri. Terlebih bisa dibilang sekarang kehidupan ku mulai membaik disbanding dahulu.. Mungkin juga diluar sana banyak yang menginginkan bisa seperti ku sekarang ini.

Sekarang aku tau rasanya menjadi orang yang dikenal banyak orang, yang bangga banggakan, yang dikagumi, yang di puji puji. Terima kasih sekali untuk segala ucapan baik dan doa-doa nya. Terima kasih sekali untuk apresiasi nya yang cukup baik ini.. Tapi, terlepas dari itu semua, ada beberapa hal yang membuatku tidak nyaman. Aku tidak suka..mungkin karna aku belum terbiasa.

Teman – teman, Ibu ibu, Kakak Kakak, dan siapapun yang mengenal ku.. Sekali lagi aku tegaskan, aku Cuma manusia biasa. Aidi juga manusia biasa. Janganlah berharap bahwa Aidi adalah anak muda yang bergitu sempurna, sampai tidak pernah melakukan kesalahan.

Aku masih butuh belajar banyak hal.. Aku masih sering melakukan kesalahan. Dan setiap kali aku melakukan kesalahan bukan berarti aku tidak pernah menyesalinya.

Aku mungkin belum terbiasa dengan kata-kata yang tidak enak, cacian, makian, dll..

Aku tau aku harus belajar menahan ego, belajar lebih melapangkan dada, belajar lebih dewasa, dll. Tapi aku masih punya hati.. Aku sedih dengan semua hujatan yang tidak benar tentang diri ku.

Terkadang aku kecewa, aku marah.. Berteman dengan ku karna aku sosok Aidi yang dikenal jago masak dll. Tapi begitu mengenal siapa diri ku yang sebenarnya, banyak sekali kata-kata yang tidak mengenakan..

Aku belajar menerima kritikan demi kritikan. Tapi aku masih belum bisa untuk merasa biasa saja ketika di judge ini itu…

Terkadang kalian tidak bisa seenaknya menjudge orang hanya dari perkataan nya.. Terkadang kalian harus belajar, seburuk buruk nya orang itu dimata kalian, tapi orang tersebut masih punya hati. Masih bisa merasakan sedih.. Kalian hanya tau orang itu dari luarnya, tapi kalian tidak tau apa yang sesungguhnya Ia rasakan. Bahkan PSK yang dianggap rendah pun tidak bisa dipersalahakan sepenuh nya.. Mereka tetap layak di hargai.

Terima kasih untuk semua cinta dari kalian, kritik demi kritik kalian, dan semua yang sudah ku terima dari kalian. Semua nya sangat berarti sekali untuk seorang Aidi.. Semoga Aidi tetap bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk siapa pun dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang ini. Dan maaf jika masih banyak kekurangan maupun kesalahan yang aku lakukan..

Selamat malam 🙂

 pp

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s