Where is our promised Happiness ?

Not-in-the

Hi ^^ She is back..

sedang tidak ingin berbicara degan siapapun, ini hanya pembicaraan dengan diri sendiri dan benda mati di depan nya. tidak perlu serius membaca, tidak perlu serius menangapi, tidak perlu serius merasa iba atau pun merasa hal yang lain.

Apa kabar nya sekarang ? Not too good. Seperti yang sudah sudah.

Tapi bagaimanapun juga, membuat diri nya baik – baik saja itu sudah menjadi pekerjaan utama nya. Yup ^^ Supaya tidak terlalu menambah masalah, tidak terlalu memberat kan pikiran nya.

Apa lagi yang terjadi sekarang ?…

Cukup banyak πŸ™‚

Bahagia kah ? Pilu kah ?…

Bukan kah dari awal masih sama seperti itu saja ?.. Lalu, kali ini apa yang yang berubah ?

Adakah keadaan semakin membaik ?

Adakah hati nya benar benar sudah membaik dibanding sebelum nya ?…

Lalu bagaimana pula dengan air mata nya ? Apa kah masih sering menetes atau sudah mengering ?…

Luka hati nya, apakah sudah mulai sembuh ?…

Bagaimana harus menjawab pertanyaan demi pertanyaan itu ?…

Seperti yang semua tahu, jika dia kembali disini, tidak ada lagi yang dia lakukan selain menumpahkan segala keluh kesahnya. Memang seperti itu lah dia, tidak tau cara bersyukur kata mereka. Layak nya TEKO YANG SUDAH PENUH πŸ™‚

Yup ^^ Mungkin memang seperti itu lah dia jika di ibaratkan dengan suatu benda mati.

Tidak terlalu buruk, tenang saja. Dia juga tenang πŸ™‚ Baik – baik saja.

Dulu.. masih ada beberapa yang berada di samping nya, dulu masih ada beberapa yang menguatkan nya, masih ada banyak alasan dan hal hal lain untuk tertawa.

Tapi, nama na juga hidup. Ada saja yang berubah. Dulu keadaan yang tidak baik, sekarang semakin tidak membaik. Artinya, hati nya harus semakin kuat, tak peduli seperti apa dia sekarang. Tak peduli dengan siapa dia sekarang.

Dia, sekarang lebih sendiri. Dibanding dahulu. Tapi itu tak berarti permasalahan mulai selesai satu per satu..

Tidak masalah sebenar nya. Anggap saja sedang belajar hidup mandiri. Anggap saja dia sedang menebus semua kesalahan di masa lalu nya,

Kesalahan karna tidak tau bagaimana keras nya hidup ini, tidak tahu betapa beratnya menjalani hidup seperti yang sedang dia jalani sekarang.

Yang menyedihkan bukan karna kesendirian itu, tapi apa alasan dibalik kesendirian nya kali ini.. Cukup meyesakkan dada. benar benar tidak terbayangkan sebelumnya.

Satu per satu kehilangan orang yang dulu slalu bisa menguatkan nya.

Mereka pergi πŸ™‚

Mungkin banyak hal yang harus mereka selesaikan untuk hidup nya sendiri..

Sama seperti dia. Banyak hal juga kan yang harus ia selesaikan ?…

Sekarang harus bagaimana lagi ?…Hanya itu yang ada dalam benaknya.

Kapan sampai di akhir cerita yang bahagia ?..

Harus bertanya dengan siapa lagi ?.. Harus berapa lama lagi bertahan di dalam situasi seperti ini ?..

Setidaknya, jika memang keadaan tidak bisa kembali seperti dulu, cukup jangan semakin memburuk. Membayangkan kehilangan semua nya sudah cukup membuatnya takut. Membayangkan ketika dimana Dia benar benar sendiri di dunia ini.. Tanpa mereka, tanpa keluarga, dan tanpa Ibu…

Harus bagaimana lagi menjalani hidup ini ?…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s