Without Tears…

Dia kembali.. masih dengan serpihan hati nya yang terdahulu.

Dia kembali dengan masalah yang sama, luka yang sama, dan kesendirian yang masih setia bersamanya.

Hanya keheningan malam yang kini tengah menemaninya. Menemani hati nya yang menangis..tanpa air mata.

Jangan salah paham. Dia bukan sedang tidak mensyukuri nikmat Tuhan nya, dia mempunyai caranya cara nya sendiri untuk mensyukuri segala nikmat Tuhan yang telah Dia terima dalam hidupnya.

Lalu mengapa Dia slalu datang dengan mengeluh ?….

Ujian..

Dia sedang berusaha melewati ujian yang tengah dihadapinya. Ujian dari sang pemilik hidup..

Tidak ada peraturan yang melarang nya untuk mengeluh di tempat itu. Mungkin dengan sedikit berbagi keluh kesah akan sedikit menenangkan hatinya.

Terkadang…tak hanya airmata saja yang tak dapat Ia keluarkan. Namun..juga perasaan nya.

Mulut dan tangan nya seolah tak mampu untuk mengungkap isi hatinya. Yang sanggup Ia lakukan hanya menjerit, berteriak sekeras mungkin di dalam lautan perasaan nya sendiri.

Tidak ada seorang pun yang akan mendengar teriakan itu. Tidak ada seorang yang bisa melihat air mata yang tertahan di sudut matanya.. Tidak ada satu pun yang akan mengerti bahwa Ia rapuh. Dan..tidak ada satupun yang mengerti bahwa sesungguhnya dia Lelah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s